Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale Bawa Musik dan Puzzle Asia Tenggara, Begini Gameplay-nya

PulangnPlay — Game indie asal Malaysia, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale, mencoba memadukan musik, eksplorasi, pertarungan, dan teka-teki dalam sebuah petualangan yang terinspirasi budaya Asia Tenggara.
Dikembangkan oleh Metronomik, studio yang sebelumnya membuat No Straight Roads, game ini mengikuti perjalanan Kaya untuk menjadi seorang Worldbuilder. Dalam petualangannya, pemain harus menemukan para Giants dan menjalankan Renewal Ritual untuk memulihkan keseimbangan dunia.
Game ini dijadwalkan rilis pada 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam.
Puzzle yang Mengikuti Irama Musik
Salah satu hal menarik dari Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale adalah bagaimana ritme tidak hanya digunakan sebagai pengiring, tetapi menjadi bagian dari mekanisme permainan.
Dalam preview hands-on yang diterbitkan Geek Culture pada 15 Oktober 2026, beberapa sistem permainan terlihat terhubung dengan tempo musik. Pemain mengendalikan Kaya menggunakan sendok andalannya untuk berinteraksi dengan lingkungan, menyelesaikan puzzle, dan menghadapi makhluk yang menghalangi perjalanan.
Preview tersebut juga memperlihatkan mekanisme yang menggunakan Ondeh, elemen penting dalam dunia game. Dalam salah satu contoh, kolam Ondeh dapat merespons suara dari objek di sekitarnya untuk mengubah keadaan lingkungan dan membantu pemain membuka jalan.
Pendekatan ini membuat teka-teki tidak hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi juga pemahaman terhadap pola suara dan ritme.
Terinspirasi Kuliner dan Budaya Asia Tenggara
Nama Ondeh Ondeh merujuk pada kudapan tradisional Asia Tenggara yang dikenal dengan tekstur kenyal, parutan kelapa, dan isian gula melaka. Elemen tersebut menjadi inspirasi bagi dunia fantasi dalam game, termasuk nama dan konsep kekuatan Ondeh.
Metronomik menggunakan berbagai unsur budaya regional untuk membangun identitas permainan. Pendekatan ini membuat game tersebut berbeda dari banyak petualangan fantasi yang mengambil inspirasi dari latar Eropa atau Jepang.
Pemain akan menjelajahi dunia Selera bersama Kaya dalam perjalanan yang mengangkat tema keluarga, keberanian, dan pencarian jati diri. Musik dan lingkungan permainan dirancang untuk menjadi bagian dari pengalaman tersebut, bukan sekadar latar visual.
Bukan Sekadar Game Rhythm
Walaupun ritme menjadi fondasi gameplay, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale tidak hanya berfokus pada menekan tombol sesuai irama seperti game musik konvensional. Eksplorasi, platforming, puzzle, dan pertarungan juga menjadi bagian dari pengalaman bermain.
Preview Geek Culture mencatat bahwa pertarungan menggunakan serangan yang mengikuti tempo musik, sementara sejumlah puzzle lebih menekankan interaksi dengan lingkungan. Namun, karena preview hanya mencakup sebagian permainan, kompleksitas mekanisme pada tahap selanjutnya belum bisa dinilai secara menyeluruh.
Game ini menarik untuk diikuti karena mencoba menggabungkan genre yang berbeda dengan identitas budaya Asia Tenggara. Jika eksekusinya berhasil, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale berpotensi menjadi salah satu rilisan regional yang patut diperhatikan oleh penggemar game petualangan dan puzzle.
Sumber tambahan: Geek Culture — Preview Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale dan pengumuman resmi Bandai Namco.



Komentar (0)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama untuk membagikan pendapat atau tanggapan Anda mengenai artikel ini!